Dampak Mobilitas Sosial Dengan Kehidupan Sehari-hari

Interaksi akan terus menerus terjadi dalam kehidupan masyarakat, dan kemudian akan mengubah pola pikir dan memungkinkan terjadinya mobilitas social. Seseorang yang telah mengalami mobilitas social berarti telah mengalami perubahan status sosial.

Pada umumnya salah satu sifat yang paling mendasar pada diri manusia adalah tidak pernah merasa puas apa yang telah dicapainya. Meskipun terdengar negatif, tetap saja dorongan tersebut merupakan salah satu faktor yang membuat kehidupan kita semakin baik. Apapun bentuknya,  jika kita tidak puas dengan nilai ujian yang kita peroleh, kita akan berusaha lebih giat untuk mendapatkan nilai yang lebih besar. Seandainya kita tidak puas dengan pekerjaan yang kita miliki, kita akan berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik. perubahan yang terjadi di masyarakat dalam ilmu social dapat disebut sebagai mobilitas sosial.

Menurut kalian apa yang menjadi alasan seorang pelajar harus belajar atau seorang pekerja yang harus giat bekerja?

Keduanya memiliki tujuan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang pelajar yang belajar dengan rajin menginginkan agar dirinya naik kelas. Sementara itu, orang yang giat bekerja menginginkan suatu kenaikan pangkat. Kedua contoh tersebut merupakan bentuk dari mobilitas sosial. Seperti halnya interaksi sosial, mobilitas sosial tidak akan bisa dihindari oleh manusia.

Jadi apa yang dimaksud dengan Mobilitas Sosial itu?

Mobilitas berasal dari bahasa latin, mobilitas yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau kelompok warga dalam kelompok sosial. Mobilitas sosial (Gerakan soial) adalah perubahan, pergeseran,peningkatan, ataupun penurunan status dan sosial peran anggotanya. Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:

  1. Menurut pendapat Hendri Clay Smith, mobilitas sosial adalah gerakan dalam struktur sossial (gerakan antar individu dengan kelompoknya).
  2. Menurut pendapat Haditono, mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari keduddukan yang satu kedudukan yang lain, tetapi sejajar.
  3. Menurut pendapat Paul B. Horton dan Chester L. Hun, mobilitas sosial adalah gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Perpindahan kelas sosial ini dapat diartikan sebagai peningkatan maupun penurunan.
  4. Menurut pendapat Kimball Young, mobilitas sosial adalah memperoleh keterangan tentang kepantasan struktur sosial suatu masyarakat tertentu. Misalnya, mendapatkan status pegawai negeri sipil.
  5. Menurut pendapat Soerjono Soekanto, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Apa saja yang menjadi jenis dan bentuk-bentuk Mobilitas sosial?

Setelah mempelajari dan mengerti bagaimana terjadinya mobilitas sosial dikehidupan masyarakat, kita harus memahami juga beberapa bentuk dan jenis mobilitas sosial. Mobilitas sosial dapat dibagi menjadi beberapa bentuk dan jenis mobilitas sosial. bentuk dan jenis mobilitas sosial ini dibagi berdasarkan bentuk perpindahan status atau derajat yang dimiliki seseorang atau individu.

Dilihat dari arah pergerakanya terdapat 2 ( dua ) bentuk Mobilitas sosial, yaitu Mobilitas sosial Vertikal dan Mobilitas sosial Horizontal. Mobilitas sosial Vertikal dapat dibedakan lagi menjadi sosial Sinking dan sosial Kelimbing. Mobilitas sosial Horizontal dibedakan menjadi Mobilitas sosial antar wilayah (geografis) dan mobilitas antar generasi berikut pembelajaranya.

  1. Mobilitas Vertikal

Mobilitas Vertikal adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok orang pada lapisan sosial yang tidak sederajat ( berbeda ). Mobilitas Vertikal mempunya dua bentuk yang utama yaitu sebagai berikut:

  1. Mobilitas vertikal ke atas diesbut juga ( sosial climbing )

Sosial Climbing adalah mobilitas yang terjadi dikarenakan adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Sosial Climbing memiliki dua bentuk, yaitu sebagai berikut.

  1. Bentuk pertama adalah naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial lebih tinggi, dimana status itu lebih tersedia. Sebagai contoh, A adalah dosen biasa di salah satu perguruan tinggi, karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi Dekan Fakultas.
  2. Bentuk Kedua adalah terbentuknya satu kelompok baru lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada. Sebagai contoh, pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut sehingga status sosislnya naik, seperti seorang anggota partai yang mendidirkan partai baru dan dia menjadi ketua.

Ada juga penyebab sosial climbing adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan peningkatan dalam prestasi kerja
  2. Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses pelatihan generasi
  3. Mobilitas Vertikal ke bawah disebut juga ( Sosial Sinking )

Proses terjadinya penurunan status atau kedudukan seseorang disebut Sosial Sinking. Proses sosial sinking sering kali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibanya. Sosial sinking dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  1. Bentuk pertama adalah turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah. Sebagai contoh seorang parajurit di pecat karena melakukan tindakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya.
  2. Bentuk kedua tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial. Sebagai contoh, kepala daerah yang disenangi masyarakat karena kedermawananya akhirnya dipecat karena terbukti melakukan korupsi.
  3. Mobilitas Sosial Horizontal

Mobilitas atau gerak sosial horizontal yang merupakan peralihan individu atau objek-objek social lainnya dari suatu kelompok social  ke kelompok social lainnya yang sederajat, tanpa adanya penurunan atau kenaikan status sosial yang mengacu pada perpindahan geogerafis atau tempat tinggal saja.

contohnya

Seorang manager PT. Angin Ribut cabang kota bandung dipindah tugaskan menjadi manager PT. Angin Ribut cabang kota semarang

Kepala Sekolah SMK Yasin dipindahtugaskan menjadi Kepala Sekolah SMK Gadog City

 

Faktor- faktor apa  saja yang mendorong terjadinya mobilitas social?

  1. Status social

Setiap orang sejak lahir memiliki status socialnya masing-masing dan berhak untuk mengubah status social yang dimilikinya, pada masyarakat yang sistemnya terbuka, individu memiliki peluang untuk melakukan mobilitas social antar kelas, pada masyarakat yang sistemnya tertutup peluang mobilitas social tetap dapat terjadi walau sangat terbatas dan lambat.

  1. Keadaan Ekonomi

Setiap individu memiliki latar belakang ekonomi keluarga yang berbeda-beda, dan setiap individu pastinya berupaya untuk meningkatkan keadaan ekonominya dan terjadilah mobilitas social. Keadaan ekonomi wilayah sekitar yang kurang baik juga dapat mendorong mobilitas Horizontal ke wilayah lain yang dianggap lebih baik untuk manusia tersebut.

  1. Pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk acap kali tidak di imbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana sehingga mengakibatkan tingkat kesejahteraan menjadi berkurang, hal ini dapat mendorong terjadinya mobilitas geografis ke wilayah lain yang dianggap oleh masyarakat lebih menguntungkan.

  1. Situasi Politik

Situasi Politik Negara yang stabil memungkinkan penduduknya melakukan mobilitas social vertical maupun horizontal, namun jika situasi politik suatu Negara tidak stabil maka akan mengakibatkan merosotnya tingkat strata social para penduduknya.

Faktor apa saja yang dapat menghambat terjadinya mobilitas social dalam kehidupan seseorang?

  1. Diskriminasi Ras dan Agama

Keberadaan diskriminasi cenderung membatasi akses suatu masyarakat dalam berbagai bidang dan akan menghambat terjadinya mobilitas social, contohnya diskriminasi ras yang terjadi di Afrika Selatan yang tidak memberikan kesempatan pada orang kulit hitam untuk menguasai atau duduk di pemerintahan.

  1. Diskriminasi Kelas

Diskriminasi Kelas dapat menghalangi terjadinya mobilitas social, contohnya terdapat tiga kelas social pada masa penjajahan belanda di Indonesia, dimana kelas utamanya ditempati bangsa belanda, kelas menengahnya di tempati bangsa eropa, china dan bangsa lainnya sedangkan kelas paling bawah adalah rakyat Indonesia. Pada waktu itu yang boleh bersekolah hanya keturunan belanda dan orang-orang asing ataupun kaum bangsawan pribumi tetapi yang di dukung oleh pemerintahan colonial belanda. Kenyataan ini mengakibatkan mereka yang digolongan bawah tidak dapat melakukan mobilitas social untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

  1. Sosialisasi Pengaruh kelas social

Sosialisasi adalah proses seseorang untuk belajar berpatisipasi menjadi anggota masyarakat, hal ini dapat menjadi pembatas bagi terjadinya mobilitas social vertical keatas dikarenakan pengaruh socialitasnya yang kuat dari lingkungan tersebut sehingga cenderung mengukuhkan seseorang untuk hidup dengan pola pikir yang ada di masyarakat yang hidup di lingkunganya, Misalnya, seorang anak dari keluarga kelas ekonomi rendah cenderung hidup dilingkungan ekonomi rendah, dan memiliki nilai pola pikir yang umumnya ada di masyarakat rendah.

  1. Kemiskinan

Dengan Kemiskinan maka seseorang tidak dapat meningkatkan pendidikanya sehingga orang tersebut memiliki kesulitan dalam melakukan mobilitas vertical keatas.

  1. Perbedaan jenis kelamin

Seharusnya jenis kelamin Pria maupun Wanita diperlakukan sama dan tidak menjadi penghambat bagi terjadinya mobilitas social, namun pada kenyataanya masyarakat lebih memandang tinggi derajat kaum pria dibandingkan kaum wanita hal ini tentunya menghambat terjadinya mobilitas social.

Teman – teman biasanya semua orang akan berupaya untuk mengejar posisi yang bernilai sosial tinggi untuk mendapatkan penghargaan, penghormatan dan juga respen dari masyarakat banyak, melalui pemahaman mengenai factor yang mendorong dan factor yang menghambat terjadinya mobilitas social yang baru saja kami uraikan. Mari kita berusaha untuk meningkatkan status social kita dengan cara-cara dapat diterima oleh masyarakat banyak, semoga bermanfaat.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.