Mengenali Listrik Dalam Kehidupan Sehari-hari

Semua dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya listrik. Hampir semua yang ada di dalam rumah kita terutama peralatan elektronik yang digunakan sehar-hari pasti menggunakan energi listrik. Listrik merupakan sumber penting untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam kehidupan kita. Jadi bila tidak ada listrik terbayang sudah dunia ini akan terlihat gelap, sepi, tanpa arah, dan tanpa aktivitas.

Listrik adalah suatu bentuk energy yang di hasilkan oleh pergerakan partikel yang bermuatan atau disebut elektron. Fenomena adanya listrik ini sudah ada sejak alam raya ini terbentuk. Secara alami adanya listrik adalah petir yang menyambar. Sebagai mana di jelaskan dalam bahasan sebelumnya (Konsep Listrik statis dalam Kehidupan Sehari). Listrik terbagi menjadi dua yaitu listrik statis dan listrik dinamis. untuk pembahasan sekarang kita hanya akan membahas tentang ruang lingkupnya listrik dinamis saja.

  1. Arus Listrik

Lampu yang sedang menyala di dalam suatu rangkaian di timbulkan karena adanya arus listrik yang mengalir pada lampu tersebut. Rangkaian listrik dengan aliran listrik tanpa ada alur disebut dengan rangkaian listrik tertutup. Sedangkan rangkaian listrik yang tanpa adanya aliran dalam rangkaian itu disebut rangkaian listrik terbuka. Arus listrik bergerak dari potensial tinggi kebarah yang rendah, Atau lebih singkatnya dari positif ke negatif. Tetapi arah gerakan elektron saling berlawanan dengan arus listrik. Ini disebabkan karena pergeseran elektron itu mengakibatkan munculnya arus listrik yang mengarah dari anoda ke katoda. Salah satu syarat terjadinya arus listrik di sebabkan adanya perbedaan potensial yang muncul dari sumber tegangan. Besarnya arus suatu listrik di sebut kuat arus listrik. yang di artikan sebagai banyaknya muatan listrik yang mengalir ke penampang suatu konduktor di tiap satuan waktu. Kuat arus listrik bisa di ukur menggunakan alat yang di namakan ampermeter.

  1. Tegangan Listrik

Tegangan listrik adalah energi yang di pakai untuk memindahkan muatan listrik ke penghantar listrik yang berbeda potensialnya. Biasanya voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada suatu rangkaian. Untuk mengukurnya, voltmeter di hubungkan pararel. Yang lebih tinggi titik tegangannya di hubungkan dengan terminal positif dala alat tersebut. Lalu terminal yang negatif di hubungkan kepada titik yang mempunyai tegangan lebih rendah.

  1. Hukum Ohm

Hukum yang mempelajari hubungan kuat arus dengan beda potensial pada ujung hambatan adalah Hukum Ohm. Orang yang mempelajarinya adalah George Simon Ohm dari jerman.

  1. Hantaran Listrik

Arus listrik yang mengalir sebenarnya ada kaitannya dengan muatan yang pindah. Karena perpindahan elektron pada suatu bahan akan menghasilkan arus listrik yang arahnya berlawanan dengan perpindahan elektron tersebut. Penghantar adalah sebuah zat yang bisa mengarahkan arus listrik, baik itu zat padat, gas, maupun zat cair. Karena yang di sebutkan tadi bersifat konduktif maka di sebutlah konduktor. Konduktor yang bagus adalah konduktor yang memiliki ketahanan jenis kecil. Kebanyakannya logam konduktif ini terdapat pada emas, tembaga, perak, zink, dan besi. Kabel pada umumnya memiliki bahan dari tembaga atau perak di dalamnya dan terbungkus oleh bahan yang terbuat dari plastic atau karet pada bagian luarnya. Ini semua di buat bukan tanpa sebab, karena setiap bahan bahan mempunyai daya penghantar listrik yang berbeda-beda. Untuk bahan yang paling baik kebanyakan menggunakan perak atau tembaga sebagai bahan utamanya. Sedangkan karet dan plastik adalah bahan yang tidak bisa menghantarkan listrik. berdasarkan kemampuannya itu bahan-bahan di golongkan kepada konduktor, isolator, dan semikonduktor.

  1. Konduktor

Ialah bahan yang dapat digunakan untuk menghantarkan listrik, agar arus listrik bisa disalurkan dengan baik jadi dibutuhkan bahan yang bisa menghantarkan arus listrik dengan baik pula. Bahan konduktor memiliki hambatan kecil karena jenis hambatannya kecil. Bahan konduktor sendiri memiliki elektron di setiap kulit aatom terluar yang tarik gayanya terhadap inti atom lemah. Dengan begitu bila pada ujungnya konduktor di teruskan dengan tegangan kecil saja maka elektron akan bergerak bebas sehingga terjadi aliran elektron melalui konduktor. Sehingga elektron dapat mengalir dengan baik dan mudah.

  1. Isolator listrik

Bahan isolator ialah bahan yang sangat tidak bagus bagi media pengahantar listrik. karena pada kandungan bahan ini elektron susah mengalir. Bahan isolator mempunyai elektron pada kulit terluar atom yang gaya tariknya sangat kuat terhadap inti atom. Jika pada ujung isolator dihubungkan dengan tegangan kecil maka elektron terluarnya tidak mampu melepaskan gaya ikat inti. Maka dari itu tidak aka nada elektron yang mengalir di dalam isolator. Sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir lewat isolator.

  1. Semikonduktor Listrik

Semikonduktor mempunyai elektron pada kulit terluar dan terikat oleh gaggya inti atom. Namun tidak seperti isolator bahan yang termasuk semikonduktor seperti silicon, karbon dan germanium. Bahan-bahan yang berada di suhu terendah bersifat isolatotr sementara pada suhu tertinggi adalah konduktor disebut bahan semikonduktor. Di dalam kawat penghantar listrik dihasilkan oleh aliran elektron. Muatan yang positif tidak bergerak karena terikat kuat di dalam inti atom. Ketika ujung kawat penghantar mendapat beda potensial elekttron akan mengalir lewat ruang di antara sela-sela muatan positif yang diam. Seiap bahan-bahan meiliki kemampuannya masing-masing untuk menghantarkan listrik tergantung nilai hambatan jenisnya.

  1. Hukum Kirchoff I

Dalam alirannya arus listrik mengalami cabang. Pada waktu arus listrik melewati percabangan tersebut. Arus listrik terbagi di setiap persimpangan dan besarnya tergantung ada tidaknya halangan pada cabang tersebut. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka efeknya arus listrik yang melewati cabang tersebut juga akan kecil dan begitu juga sebaliknya.

  1. Rangkaian Listrik

Komponen listrik yang berfungsi menghasilkan hambatan listrik pada suatu rangkaian biasnayna disebut resistor atau penghambat. Bila penghambat di hubungkan pada suatu rangkaian listrik, maka akan mengurangi kuat arus listrik yang mengalir melalui rangkaian tersebut. Lampu adalah beban listrik pada suatu rangkaian, darimana sumber listriknya berasal dari baterai yang mengalir lewat kabel.  Sedangkan sakelar berfungsi sebagai pemutus atau penghubung aliran listrik.

Beberapa sumber energi listrik yang sering kita lihat sehari-hari ini bisa dimanaatkan sebagai sumber energy di masa depan. Dimana keberadaannya terus di buat dan diperkirakan tak akan habis walaupun di pakai secara terus-menerus. Sumber-sumber energy itu antara lain :

  1. Tenaga matahari

Pemanfaatan matahari sebagai sumber energy yang akan digunakan untuk tenaga pembangkit listrik di rasa akan menjadi alasan yang terbaik bagi manusia untuk dilakukan di bumi ini. Selain terus menerus bisa memancarkan energy tentunya listrik di masa sekarang.

  1. Angin

Angin adalah sumber energy selain tenga matahari yang ada di bumi ini dan tentunya memiliki ketersediaan setara dengan jumlah energy panas matahari. Contohnya Negara belanda sudah sejak dulu memanfaatkan angin sebagai sumber kelistrikan di negaranya.

Selain tenaga matahari dan angin masih ada beberapa lagi sumber yang bisa menghsilkan listrik seperti. Panas Bumi, Biomasa, dan Hidro Elektrik.

jadi sampai disini sudah paham kan definisi tentang konsep listrik dinamis? Pintar-pintarlah kita sebagai manusia untuk menghemat dalam menggunakan kebutuhan listrik sehari-hari di rumah.

Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.