Wajib Tau!!! Struktur dan Fungsi Reproduksi Pada Manusia serta Berbagai Penyakit Pada Sistem Reproduksi

Meskipun sistem reproduksi tidak berperan kepada esensial dan homeostatis bagi kehidupan setiap orang akan tetapi sistem reproduksi pada manusia sangat berperan penting  dan merupakan salah satu dari komponen sistem tubuh seseorang, reproduksi itu sendiri terjadi secara seksual. Organ reproduksi sendiri berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Pada mulanya manusia hanya berasal dari satu sel saja, sesudah itu sel terus meneru membalah diri hingga dewasa manusia memiliki 200 triliun sel dalam reproduksinya. Pembelahan sel harus terjadi dikarenakan sangat penting untuk kelangsungan semua mahluk hidup yang bertujuan untuk  pertumbuhan, reproduksi, dan perbaikan.

Pertumbuhan, salah satu ciri mahluk hidup adalah terus menerus mengalami pertumbuhan. Manusia atau mahluk hidup lainnya dapat tumbuh dikarenakan adanya sel yang bertambah banyak dalam tubuhnya. Semakin besar mahluk hidup tersebut sudah pasti akan banyak juga jumlah sel yang ada pada diri mahluk hidup tersebut.

Perbaikan, apakah kalian pernah mengalami luka pada bagian tubuh? Lalu dalam jangka berapa lama luka itu kembali tertutup seperti semula? Proses itulah yang disebut perbaikan karena pada bagian tubuh ketika terjadi luka telah terjadi kerusakan jaringan. Perbaikan jaringan yang rusak tersebut disebut proses terjadinya pembelahan sel.

Perkembang biakan/reproduksi, ciri lain dari mahluk untuk hidup adalah dengan bereproduksi atau perkembang biakan. Ketika waktu reproduksi seksual di butuhkan sel kelamin untuk membuat individu baru. Proses pembuatan sel kelamin ini dilakukan dengan cara membelah sel. Proses pembelahan sel di bagi menjadi dua bagian yang pertama mitosis dan yang kedua adalah meiosis. Ketika proses ini terjadi pembelahan mitosis terjadi di sel tubuh atau sel somatik. Proses ini akan menghasilkan sel anak yang memiliki kromosom yang jumlahnya setara dengan sel induk mahluk hidup tersebut. Untuk meiosis sendiri terjadi hanya kepada organ kelamin saja. Proses ini berfungsi untuk menghasilkan telur dan sel sperma. Melalui proses ini akan menghasilkan sel anak yang memiliki kromosom yang jumlahnya separuh dari sel induk. Ketika pada proses pembelahan mitosis terjadi dengan tidak langsung, yang artinya melewati beberapa tahapan, ada empat tahapan yang terjadi ketika proses mitosis ini.

  1. Meiosis 1
  2. Fase Profase 1

Ketika fase berlangsung akan terjadi kerusakan pada membrane inti dan akan terbagi menjadi fragmen-fragmen kecil dan terbentuk gelondong. Benang kromatin akan menjadi padat lalu berubah membentuk kromosom. Kromosom homolog akan menjadi dua. Pada waktu ini akan terjadi peristiwa crossing over atau pindah silang pada kromosom tersebut.

  1. Fase metaphase

Pada proses ini kromosom akan berbaris di bidang ekuator, pada posisi inilah benang spindle akan menempelkan diri pada masing-masing sentromer kromosom. Ujung benang spindle lainnya akan membentang dan melekat pada dua kutub yang berlawanan.

  1. Fase anaphase 1

fase ini homolog kromosom mulai ditarik oleh benang spindle kea rah yang berlawanan

  1. Fase telofase 1

Masing-masing kromosom telah sampai di kutub pembelahan.

 

  1. Meiosis 2
  2. Fase Profase 2

waktu ini membrane inti sedikit demi sedikit rusak menjadi dua bagian kecil dan menjadi gelondong pembelahan lalu kromatid mulai bergerak kearah bidang pembelahan.

  1. Fase Metaphase 2

Kromosom akan berbaris di bagian pembelahan.

  1. Fase Anaphse 2

Ketika fase ini kromatid akan berpisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan.

  1. Fase Telofase

Nukleus akan membentuk, kromosom terbagi unutk menjadi sitokinesis dan kromatin.

Alat Reproduksi Yang ada Pada Manusia

Alat reproduk yang ada pada manusia memiliki perbedaan sesuai jenis kelaminnya, dan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

  1. Alat Reproduksi Laki-laki

Alat kelamin pada pria berfungsi untuk menghasilkan gametyang jantan, pada alat kelamin laki-laki dipisah menjadi dua bagian.

  1. Alat Kelamin Dalam

Alat kelamin dalam pada pria terdiri dari beberapa bagian pula,dan terdiri atas testis, saluran reproduksi, dan kelenjar kelamin.

  1. Testis, untuk testis berbentuk bulat telur dan jumlahnya ada sepasang. Dan tersimpan di dalam suatu kantongatau skrotum atau biasa disebut buah zakar. Ini berfungsi sebagai tempat untuk membentuk sel sperma dan testosterone.
  2. Permasalahan dalam saluran reproduksi, sektor ini terdiri atas vasa eferentia, vas deferens, dan epididimis.
  • Vasa Eferentia adalah bagian yang mempunyai fungsi untuk menyimpan sperma yang nantinya akan disalurkan pada epididimis.
  • Epididimis, ialah saluran berbelok-belok yang panjang sekitar 5 sampai 6 meter. Pada bagian ini cairan sperma akan diabsorsi menjadi agak pekat. Saluran ini mempunyai fungsi sebagai tempat singgah sperma sementara biasanya untuk jangka waktu 3 minggu.
  • Vas Deferens, adalah saluran lurus yang mempunyai panjang kira-kira 40 centimeter. Pada saluran ini mempunyai fungsi sebagai penghubung epididimis dengan uretra ke penis. Pada ujungnya lah terdapat saluran untuk ejakulasi.
  1. Kelenjar Tambahan terdiri dari kelenjar cowperi, kelenjar prostat, dan kantong semen
  • Kelenjar Cowperi, berada di ujung saluran uretra sesudah kelenjar prostat. Yang fungsinya kelenjar ini untuk menghasilkan cairan lender untuk pelican sekaligus untuk menambah cairan yang ada pada semen.
  • Kelenjar Prostat, bagian ini terletak pada pangkal saluran uretra. Fungsi dari kelenjar ini untuk menghasilkan berupa cairan yang berwarna putih seperti susu yang bersifat basa. Sifat ini yang berfungsi untuk melindungi sperma dari suasana asam di saluran reproduksi milik wanita.
  • Kantong Semen, saluran ini biasa disebut Vesika seminalis berfungsi menampung semen, apa semen yang dimaksud disini. Yaitu sebuah cairan yang memiliki kandungan asam askorbat, gula fruktosa, dan asam amino. Zat itulah yang berfungsi menjaga dan sekaligus menjadi nutrisi untuk sperma.
  1. Alat Kelamin Luar

Penis adalah media sebagai alat kopulasi, yang artinya adalah peristiwa masuknya penis ke bagian dalam vagina yang nantinya untuk menyalurkan sperma. Saluran uretra yang ada pada penis mempunyai fungsi berangkap, yakni mengeluarkan urine dan untuk pelepasan sperma.

Alat –alat Reproduksi Pada Wanita

Sama dengan alat reproduksi pada pria, di bagian alat reproduksi pada wanita pun terbagi menjadi dua bagian. Alat kelamin luar dan dalam. Pada alat kelamin dalam wanita terdapat indung telur, rahim, tuba fallopi, dan vagina.

Indung Telur yang memiliki jumlah sepasang ini berfungsi menghasilkan ovum, posisi ovarium ada di rongga perut di bagian pinggang sebelah kiri dan kanan. Bagian ovarium di selimuti oleh pelingdung kapsul yang mengandung beberapa foikel. Satu foikel mengandung satu sel telur. Peristiwa ovulasi itu dimana terjadinya sel telur yang telah masak akan terlepas dari ovarium.

Oviduk/Tuba Fallopi berfungsi untuk menggerakan ovum ke arah rahim bergerak secara peristatik, oviduk ini biasanya berjumlah sepasang. Nantinya ovum yang sudah terlepas dari ovarium akan ditangkap oleh fimbrae.

Uterus/Rahim rahim adalah tempat untuk pertumbuhan embrio sampai waktunya dilahirkan. Manusia mempunya rahim yang bertipe simpleks dengan kata lain hanya memiliki ruangan tunggal atau satu. Tiga lapisan yang terdapat pada dinding rahim adalah endometrium, miometrium, dan perimetrum.

Vagina berfungsi untuk melahirkan bayi dan sebagai organ persetubuhan. Organ ini mempunyai banyak lipatan yang nantinya saat melahirkan akan mengembang. Di dalam sebuah vagina ada lender yang dihasilkan oleh dinding vagina dan kelenjar bartholini.

Sedangkan jika pada alat kelamin luar wanita terdapat :

  1. Vulva
  2. Labia mayor
  3. Labia minor
  4. Klitoris
  5. Lubang saluran kencing
  6. Lubang vagina
  7. Selaput dara atau Hinem

Penyakit yang biasa menyerang sistem reproduksi manusia

Sebagai manusia yanag beraktifitas hal yang wajar seseorang manusia terjangkit suatu penyakit, sama hal dengan sitem reproduksi manusia. Oragn reproduksi dapat terjangkit suatu penyakit yang bisa saja ditularkan oleh satu orang ke orang lainnya dan pastinya melalui hubungan seks. Berikut berbagai macam penyakit menular sexs yang bias terjadi pada sistem reproduksi.

  1. Gonore
  2. Klamida
  3. Sipilis
  4. Kandidiasis vagina
  5. Trikomoniasis
  6. Herpes genital
  7. HIV dan AIDS

Pada kesimpulannya sistem reproduksi manusia mempunyai banyak bagian-bagian penting yang saling terhubung. Dan kita sebagai manusia harus bisa menjaga dengan baik sistem reproduksi tersebut agar tidak terjangkit suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri apapun. Minimal kita biasakan untuk membilas dengan air bersih setiap organ kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.